Galau Ye

10 – 11 – 2012

siapa yang malam minggu masih galau? Siapa yang setiap hari buat status atau tweet yang isinya gak jauh jauh dari G.A.L.A.U ?

“Kasih tau gak ya?”. “terus gua harus lari ke hutan belok ke pantai, teriak wow gitu?”. “masalah buat loe?”. Ampun deh ama kata kata anak zaman sekarang. “ciyuus miapah?”.

Setiap otak atik facebook pasti ada saja status-status galau yang nongol di beranda. “kenape lu? Galau?” kata temanku. “yeah begitulah”.

Dia menertaiwai jawabanku yang terkesan pasrah “hari gini? Galau, gak la yau” sambungnya seperti kalimat dalam iklan saja.

Maaf sedikit oot (out of topik). Hari ini, tak tau kenapa lagi galau banget. Apalagi buat nulis cerita, untuk sekedar nyapa member fans page saja rasanya berat. Hari ini tak ada yang ku lakukan selain duduk manis di depan komputer. Buka situs ini itu, gunanya untuk mengusir galau ini jauh jauh.

Untuk kalian yang sedang galau seperti yang sedang saya alami sekarang ini. Galau itu bisa berpengaruh ke pekerjaan. Ketika seorang pekerja sedang galau maka konsentrasi dia ke pekerjaannya akan sedikit berkurang. Ini sangat berbahaya ketika pekerja tersebut adalah pekerja pabrik yang mengoperasikan mesin (pengalaman pribadi). Galau juga akan mengurangi omset penjualan seorang sales marketing. Sudah pasti jika omzet berkurang pemasukan juga akan berkurang bukan?

Galau juga butuh modal yang gak sedikit lho? Coba deh diinget inget, kalau lagi galau kalian biasanya ngapain?

Online? Online butuh pulsa atau kuota internet gak? Terus untuk beli pulsa butuh uang gak?

Baca buku? Baca buku kalau yang dibaca buku lama dan itu itu aja tambah galau gak? Kalau mau beli buku baru butuh uang gak?

Tidur? Nah ini yang gratis. Tapi hati-hati lho jangan tidur disembarang tempat. Bisa bisa harta melayang karena kita tidur terlalu pulas.

Bicara soal galau pasti gak ada habisnya. Begitu juga jika aku berbica tentang mawar.tak kan pernah ada kata selesai karena setiap detik kebersamaan kami adalah anugerah terindah yang pernah ku lalui.

Cerita ini mungkin tidak sesuai dengan yang kalian harapkan. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Kisah kisah ini hanyalah secuil dari lembaran cintaku pada mawar. Ada banyak hal yang mungkin hanya sebagai file pribadi saja. Jika kalian ingin memberi masukan kepadaku, aku sangat berterimakasih. Tak perlu sungkan langsung saja kirim e-mail ke alamat pribadi saya ( jjoencl@gmail.com ).

Apa yang kau rasakan ketika berjalan pada jalan yang sama yang selalu kau lewati berdua tapi kini kau lalui seorang diri. Ini bukan masalah jalannya tapi tentang kenangannya.

Teringat kau pernah bilang “kak, bawa adek pergi dari sini. Adek siap hidup dengan kakak dimana saja. Asalkan dengan kakak, adek pasti bahagia”.

Dimana janji yang dulu kau berikan, kemana itu semua pergi.?

Kau pernah bilang akulah yang terbaik yang mengajarkan arti cinta yang sesungguhnya. Aku telah memberikan kebenaran cinta ini untukmu, dan aku mau kau menjadi yang terakhir dalam hidupku. Mungkin kau bukan yang pertama tapi ketahuilah kau terlanjur menjadi yang terbaik yang pernah ku kagumi. Tak adakah sedikit hal yang membuatmu tertarik denganku sekarang?

Mungkin aku akan ikhlas dengan keteguhan hati melepasmu, tapi aku tak siap untuk melakukannya sekarang. Ada benarnya petikan kata yang aku dapat dari Bapak Mario teguh “Cinta sejati itu tak pernah berakhir bahagia, karena cinta sejati itu tak pernah berakhir”.

Aku yakin semua perjuanganku tidak berakhir disini. Mungkin masamu denganku telah berakhir, tapi aku tidak begitu saja melepaskan penantian empat tahun ini.

Aku juga tidak akan bilang bahwa aku siap menunggumu empat tahun lagi, biarlah waktu yang menjawab kisah cinta dalam buku ini. Semua yang ku jalani sudah tiada bermakna, semua yang ku lalui tidak berguna lagi. Apa aku salah mencintaimu, atau kau yang salah karena mencampakkanku. Empat tahun penantianku hanya disakiti. “Puaskah kau sakitiku, puaskah kau lukai aku, puaskah? Oh sayangku”. Mengutip dari lagunya wali band.

Teringat dulu pernah dia memutuskan hubungan kami secara sepihak. Waktu itu sangat tidak tepat rasanya dia untuk melakukan itu, ketika kondisi fisikku sedang sakit, keadaan finansial lagi kolaps, ditambah lagi masalah hati, rasanya aku sudah tak kuat untuk melanjutkan hidup. Untuk apa aku hidup jika hanya untuk tersakiti lagi dan lagi. Aku sudah tak sanggup lagi menunggu, aku sudah tak sanggup lagi menahan derita yang seperti ini, ingin rasa ku akhiri ini semua. Sebotol racun serangga sudah berada di tangan kananku, setetes sudah racun itu masuk dalam mulut ku.

“hooeeek….mau mati saja gak enak begini”, aku memuntahkan semua isi perutku yang belum terisi dari kemarin. Ternyata rasa racun itu sedikit pahit dan terasa pedih di lidah, itu hanya setetes, bagaimana jika aku menegak semua isi dalam botol ini. Tidak ini bukan jalan terbaik.

Ingatkah kau bunga, kau berlari masuk dalam kamarku. Kau menangis dalam pelukanku. Aku baru tau apa arti air matamu itu. Kau sendiri yang bilang kau datang saat itu bukan karena kau mencintaiku melainkan hanya karena kau merasa bersalah kepadaku dan niatmu hanya untuk meminta maaf kepadaku, tiada lebih dan tiada bukan.

Ketahuilah, aku sudah memaafkanmu jauh hari sebelum kau berbuat sebuah kesalah.

Melalui buku ini aku bercerita, karena aku sudah tak tau lagi bagaimana aku ingin menceritakannya padamu mawar. Sebuah cerita yang mungkin hanya lewat buku ini kau ketahui, cerita itu ada di bab terakhir buku ini.

Original Posting by : https://plusmassal.wordpress.com