Move On

oktober – 2012

Malam ini aku melalui jalan yang sama dengan jalan yang ku lalui beberapa malam yang lalu. Tiada pernah terfikirkan secepat itu ia melupakanku. Hampir setiap kali dia berucap “kau pasti bisa tanpaku”. “ya. Aku memang bisa dan harus bisa tanpamu”.

Teringat setiap aku mengantarkannya pulang dari kamar kontrakanku. Kami selalu melewati jalan depan sebuah pemakaman umum. Disana aku selalu memeluknya erat. Aku tau dia takut. Sebenarnya ketika aku memeluknya aku merasakan takut yang lebih dari dia, aku takut dia meninggalkanku.

“katanya tadi berani sendiri” kataku mengejek ketika kami kami berada di pintu gerbang pemakaman umum tersebut.

“kak, sini” katanya sedikit merayu agar aku mau memeluknya.

Dalam hati aku tertawa, “makanya jangan jauh jauh dari kakak ya”.

Dia menganggukkan kepala lalu memelukku erat.

Biasanya kami menunggu bus antar kota di depan Toko cermai jaya, sebuah toko bahan bangunan yang cukup besar bagiku.

Aku duduk di dekatnya, dia terlihat cantik. Bahkan bisa dibilang sangat cantik malam ini.

Aku mengedipkan mata ke arahnya “kok cantik sih dek” .

“yeah, baru tau ya” senyum lebar mengembang di pipinya.

“iya, biasanya jelek. Gak jelek jelek banget sih” aku menahan tawa.

Dia mencubit perut bagian kananku “cantik salah, jelek salah. Maunya kayak apa?”

“seperti kamu” kataku.

Kejadian masa lalu dan sekarang hanyalah sebuah garis lurus untuk menuju masa depan. Setiap kejadian terkait pada benang yang saling berhubungan.

*****

Malam itu mungkin malam terakhirku menemaninya. Aku tak pernah lagi mengantarnya melewati pemakaman itu. Aku juga tak pernah lagi menemaninya menunggu bus antar kota. Aku bahkan tak pernah lagi sekedar sms “hay” ke dia.

Hidup itu musti berubah. Berubah menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk. Bagiku perubahan sikapku kepadanya adalah buruk. Perubahan itu wajib jika kita mau lebih maju. Dan maju itu kedepan sobat, jika kebelakang itu bukan maju melainkan mundur. Jika perubahanmu terasa lebih buruk dari sebelumya maka cobalah ke titik awal dan mencoba verubah dengan cara yang lainnya. Bagiku berubah dengan menjauhinya itu adalah perbuatan yang salah. Aku tak menjahuinya, tapi membiarkan dia menjauh dariku. Aku tak melupakannya tapi membiarkannya untuk tak mengingatku. Biarlah aku hilang dari ingatannya.

Tanpa terasa ini adalah minggu ke dua aku  menulis cerita ini. Malam ini, minggu 10 – november – 2012 bertepatan dengan hari sumpah pemuda aku menyelesaikan ceritaku sampai disini.

“Anak muda sedang jatuh cinta, tak baik untuk disiplin militer” dikutip dari merah putih 3.

kebebasan itu adalah mutlak hak setiap insan. Empat tahun hidup dalam belenggu penantian sudah cukup membuatku putus asa dan aku semakin kuat karena keputus asaan itu. Walau dengan datang di hati yang lain akan menambah beban masalah yang semakin besar, menemui tantangan yang semakin sulit, walau kehancuran sedang menungguku, tapi itu lah yang aku mau. Sebuah kebebasan.

Walau suatu saat kita dipertemukan dalam jalan yang berbeda ketahuilah aku tak akan pernah melupakan masa indah dan masa kelamku selama ini dengan mu. Aku akan ingat itu semua walau jalan ini harus ku lalui seorang diri. Cinta itu bukan sebuah tolok ukur untuk sebuah kebahagiaan, terbukti cinta juga dapat menghilangkan kebahagiaanku.

Original post by : https://plusmassal.wordpress.com