Postingan di bawah tentang Perselingkuhan…kali ini ane mau posting tentang cinta2an juga.
Tapi sebelumnya ane mau ngedongeng dulu. Ceritanya pendek kok, pendek banget.

Dahulu kala ada seorang pemuda dari kampung mau merantau ke kota. Pemuda itu sangat miskin, makanya dia tidak membawa bekal selain baju yang ia kenakan, juga rantai besi yang panjangnya 1 meter untuk ikat pinggangnya.
Dalam perjalanan pemuda itu bertemu seekor harimau, ia lalu mengibaskan rantai yang ia bawa untuk mengusir harimau tersebut.
Persah juga kala ia lapar, dia melihat ada buah mangga di hutan. Pohon itu sangat tinggi, ia lalu melempar rantai itu. Dia mendapatkan mangga itu tapi.nyaris kehilangan rantainya.
Suatu malam ketika sang pemuda nyenyak tertidur,seekor ular datang menghampirinya. Ular tersebut menggigit pinggang sang pemuda, lagi lagi sang pemuda terselamatkan oleh rantainya. Ular itu menggigit rantai yg di jadikan sabuk.

Matahari bersinar terik, sang pemuda beristirahat di bawah pohon sambil bernyanyi riang.
Ketika sedang asyik dia bernyanyi, datang seorang kakek2 menghampirinya.
“Ada yang bisa saya bantu kek?” Tanya sang pemuda ketika sudah dekat.
“Apa kau mempunyai rantai?” Tanya sang kakek.
“kenetulan saya punya, rantai ini selalu saya bawa. Untuk apakah kiranya rantai ini kek”. Sang pemuda memperlihatkan rantainya.
Sang kakek tersenyum sambil mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. “Aku ingin menukarkan emas ini dengan rantaimu”.
“Tapi emas itu sangat mahal, dan rantai ini sudah berkarat. Rasanya tidak sebanding kita melakukan pertukaran ini”.

Sang kakek tertawa. “Sudahlah, kau bisa menjual emas ini di kota. Dan kau bisa membeli rantai yang lebih bagus nanti”.

Pemuda itu berpikir keras. Benar juga kata kakek ini. Tapi jika saya begitu banyak hal yang saya lalui dengan rantai ini.
“Maaf kek aku tak bisa menukarkan rantai ini”.
“Kenapa? Bukankah emas ini jauh lebih berharga” bujuk kakek itu.
“Ini bukan masalah harganya kek. Ini masalah perjuanganku selama ini”.
“Kalau begitu aku pergi. Kau bukan orang yang tepat untuk aku bujuk”. Sang kakek tertawa dan menghilang dalam sekejap.
Pemuda itu hanya terdiam melihat apa yang terjadi di depannya.

*** end ***

Pembaca yang budiman,batman,superman, dan ultraman.

Kisah diatas hanyalah dongeng yang sekedar lewat di pikiran penulis. Tapi mari kita lihat beberapa point yang dapat kita ambil dari cerita tersebut :
1. Jika suatu hal terlihat terlalu tinggi untuk di capai, maka memang begitulah adanya. Jangan memaksakan diri untuk mendapat hal yang dalam angan anganpun kau tak dapat menggapainya.
(Mana ada rante di tuker emas? Kecuali.rantainya rantai sakti).

2. Sebelum kau meninggalkan seseorang yang kau sayangi yang selama ini menemanimu, dengan menjalin hubungan dengan orang yang baru. Mungkin orang itu lebih kaya, lebih tampan/cantik,dsb.
Cobalah mengingat apa yang telah kau lalui itu.

Kenapa saya selalu memuji kembang..?
Padahal ada banyak wanita yang jauh lebih cantik, jauh lebih kaya, dsb.
Karena aku tak mungkin meninggalkan kenanganku dengannya selama 4 tahun ini.
4 tahun aku mencarinya.
aku selalu memikirkan perjuanganku untuk mencarinya 4 tahun ini, pengorbananku untuk memintanya kembali,aku bisa saja melakukan hal-hal yang lebih bersama dara di malam laknat itu.
Aku bisa saja meminang ririn yang ku temui di bus waktu itu.
Tapi kenapa kembang…??
Karna kembang adalah bunga di hatiku.

Pernah dia bilang kenapa harus saya..?

Why must you.? Because you are my first choise…!

Setiap kegagalan dalam percintaan itu sangat menyakitkan. Dan setiap yang gagal selalu bilang “lukaku lebih dalam & lebih pedih darimu”.

Perjuangan 4 tahun yang sia-sia.
Pengorbanan yang tak berarti.
Tapi..apa aku akan berhenti?
Jika bukan jodoh, mau seperti apapun uasahanya tak akan pernah bisa menyatu.
Tapi…kita tidak bisa tau siapa jodoh kita, mungkin jodohku harus ku tempuh dengan cara seperti ini.
Sebelum jalur kuning melengkung.
kalau sudah melengkung robohin.
Walau sudah janda akan ku tunggu.
Jika sudah di kubur…baru cari yang lain.

Atau pernyataannya di ubah seperti ini :

Jika dia jodohku…dekatkanlah.
Jika dia bukan jodohku…ambillah.

Sedikit kata untuk mengakhiri dongeng ini.
Perjuangan itu tidak dapat di nilai dengan mata uang manapun.
Perjuangkanlah Cintamu seperti para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Terimakasih telah membaca.
Berilah sedikit ratting untuk tulisan ini.