Tantangan terbesar dalam hidup ini adalah bagaimana kita bisa bertahan hidup. Bagaimana kita bisa terus berjalan pada jalur yang benar sementara jalan-jalan hitam begitu hebatnya menggoda kita. Apa yang harus kita lakukan agar kita bisa terus dan terus hidup bila tanpa teman yang bisa kita andalkan.

Hidup gali lubang tutup lubang. Itulsh istilah yang tepat untuk keadaanku sekarang ini. Demi bertahan hidup dan mempertahankan hidup orang yang sangat aku sayangi, aku rela melewatkan semua waktuku untuk melakukan pekerjaan ini itu. Tapi bagaimana bila kita sudah merasa bekerja dengan intensitas yang lebih dari normal akan tetapi penghasilan kita masih belum cukup untuk hanya sekedar mempertahankan selembar nyawa ini?

Pinjaman, hutang, atau apalah istilahnya.

Mungkin itu jalan terakhir yang bisa ku lakukan saat itu.

Terkadang ada rasa iri kala aku melihat orang dengan penghasilan yang sangat tinggi atau penghasilannya sedang sedang tapi mampu membeli segala macam kebutuhan yang lebih dari aku bilang layak untuk ku miliki, terlebih jika ada orang yang tanpa bekerja saja sudah mampu memenuhi hidupnya dengan sangat mewah.

Tapi untuk apa iri dengan oranng lain?

Mereka punya hidup, mereka juga punya rezeki, begitupula dengan diriku. Aku tidak serta merta menyalahkan takdir, ketahuilah takdir itu sangat tidak pantas untuk dipersalahkan. Apalagi dijadikan kambing hitam atas segala problema yang kita hadapi.

Kembali ke masalah pinjam meminjam tadi.

Tak jarang aku meminjam kepada orang yang berbeda untuk membayar hutangku pada orang yang lainnya. Sebagian dari penghasilanku ku pergunakan untuk menutupi sepersekian hutangku yang baru.

Entah sudah berapa banyak orang yang aku pintai pinjaman. Tapi dengan begitulah aku bisa bertahan hidup.

Lalu bagaimana masa depanku?

Masa depan?

Sepertinya aku tak perlu menjawabnya sekarang. Karena aku yakin masa depanku pasti akan lebih baik asal aku mau bersyukur dengan keadaanku saat ini, lebih giat lagi dalam bekerja, yakin dan percaya akan kuasa tuhan, mau dan harus mampu untuk selalu berbuat baik pada sesama dan pada diri sendiri.

Bagaimana mau berbagi jika aku sendiri masih terpuruk?

Berbagi itu tidak harus besar dan berbagi juga tidak harus dengan materi duniawi. Ada banyak cara untuk berbagi, melalui cerita ini semisalnya.

Karena bila dalam keadaan sulit saja kita masih bisa berbagi maka tidak akan sulit bagi kita untuk berbagi ketika kita sudah sukses nanti (aamiin).

Satu hal lagi, apabila kita suka berbagi maka orang lain sudah pasti akan senang berbagi dengan kita. Aku bukan mengajarkan hidup dibawah pertolongan orang lin, tapi setidaknya begitulah gunanya teman. Untuk arti teman yang sesungguhnya dapat di lihat pada artikel pada link di tulisan ini.

Jalan hidup itu tidak untuk diratapi. Karena kau yang telah memilih jalan itu maka jalanilah dengan perasaan bahagia. Selalu ada kebahagiaan untuk dibagikan, istilah banyak anak banyak rezeki saya ubah jadi banyak utang banyak rezeki, karena dengan banyaknya hutang saya jadi terpacu untuk bekerja lebih giat lagi.

Bagaimana jika kita tersesat?

Selalu ada patokan untuk jalan hidup yaitu jalan yang ditunjukkan tuhan pada kitabmu (tak ada agama di dunia ini yang meberikan jalan sesat pada umatnya, kecuali agama tersebut adalah kepalsuan belaka). Tak ada tuhan yang menyesatkan umatnya meliankan umatnya yang menyesatkan dirinya sendiri, maka kembalilah (ALLAH tidak akan merubah keadaan suatu kaum, melainkan kaum itu sendiri yang merubahnya).

Tidak ada jawaban dari tuhan?

Bukan tak ada jawaban, tapi kita sendiri yang menutup jawaban itu dengan pernyataan “wah, bagaimana bisa…” , “sepertinya saya tidak bisa melalui ini semua” , dll.

Katakanlah kau bisa, pasti bisa, dan harus bisa.

Mantapkan tekadmu, laluilah. Kau pasti akan bisa melauinya.

Masih tidak bisa juga?

Bukan tidak bisa, tapi belum.

Belum waktunya kau lewati itu, bersabarlah menunggu masa. Bersabarlah menunggu waktu yang tepat untuk melaluinya. Suatu hal yang di lalui  secara instan, terburu-buru, maka akan menimbulkan efek yang instan juga.

Ketika aku mendapatkannya secara mudah, maka akan budah pula bagiku untuk kehilangannya.

 

Aku bukan sedang menggurui kalian semua. Aku sedang mengurui diriku sendiri.

Emangnya aku sudah sukses untuk menjadi seorang motivator?

Hutang saja masih tidak terbayar walau aku bekerja 3 bulan tanpa makan dan tanpa gaji.

Lalu apa maksudnya aku menulis ini semua?

Aku hanya ingin berbagi,tak lebih dari itu…!!!

Sekian hal yang dapat saya berikan untuk kalian.

Silahkan beri tanggapan bila kalian rasa iri perlu.

Berikan sedikit jejak bahwa kalian pernah membaca dengan memberikan ratting untuk tulisan ini.

Wassalamu’alaikum wr.wb