-=[ Love Story by CM17+ ]=-

Kenakalan Si Dara

Part II

Malam itu langit mendung. Aku masih asyik dengan handphone di genggamanku. Ku lirik dara yang tiduran di sebelahku juga melakukan hal yang sama. Kopi masih ada setengah gelas lagi tapi perutku sudah berasa kembung. Ku hisap lagi tembakau dari kotak rokokku.

“belum tidur dek?” tanyaku kepada dara yang dari tadi hanya diam.

Dia tersenyum “nunggu kakak deh”.

“gimana sekolahmu tadi?”.

“kan adek..” dia tidak melanjutkan ceritanya.

Aku barus tersadar, dia hari ini tidak masuk sekolah. “oh iya, maaf ya”.

Aku sedikit terkejut ketika dara memelukku dari belakang. “kakak kenapa baik gitu ama dara, padahalkan kita baru kenal?”.

Aku tak dapat menjawab pertanyaannya. Ku lepas pelukannya dan kulihat wajahnya yang mungil. Cantik juga ni anak.

Entah setan darimana yang merasuk ke dalam pikiranku sehingga membuat malam ini terkutuk untukku. Aku tak tau bagaimana awalnya , bibir kami telah menyatu. Sungguh dahsyat ciuman yang diberikan dara kepadaku sampai aku tak mampu mengimbangi permainannya yang semakin panas.

Dasar nafas keretek. Belum sampai lima menit aku sudah kehabisan nafas karena dara. Anak zaman sekarang benar benar gila. Lebih gila lagi orang tua seperti diriku yang bukannya mendidik mereka malah ikut ikutan gila.

Yang namanya setan gak pernah berhenti menggoda manusia. Belum sempat aku mengatur nafasku, dara sudah memberikan serangannya lagi sekarang dengan insentifitas yang lebih tinggi. Terkutuk untukmudara yang telah menjebolkan imanku. Ku dorong dara hingga terjatuh di kasur. Ku pikir dengan begitu dia akan sadar bahwa perbuatannya salah. Ternyata aku yang salah, dia membuka kancing baju seragam yang ia kenakan.

Busyet deh, ni anak makin jadi aja.

Tiga kancing bajunya telah terbuka, memperlihatkan dadanya yang begitu indah. Ia menarik badanku hingga aku terjatuh diatas tubuhnya. Bukan hanya itu kepalaku terjatuh tepat diatas payudaranya.

Aku tak mampu lagi menahan hasrat yang begitu membara.

Daa menekan kepalaku sehingga aku tak dapat bernafas karena hidungku tertutup payudaranya. Aku tak ingin seperti ini. Hati kecilku berontak. Ini salah, benar benar salah. Terkutuk untukku di malam ini.

Aku mencoba bangkit berdiri tapi dara menahanku. Dia menekan kepalaku semakin keras. Aku sudah tak tahan lagi. Aku bangkit sekuat tenaga. Ku gampar pipiku sendiri berulang kali dan ku tinggalkan dara di kasur. Dara hanya terdiam melihat kepergianku.

Aku duduk di serambi depan kontrakanku. Dengan segelas kopi dan rokok yang menemaniku. Aku mencoba mencari bulan disela sela mendung yang semakin tebal.

Lima menitan aku disini, dara keluar dari kamar dan menyapaku “kak, maafin dara ya”.

Aku tersenyum ketus kepadanya. Aku tak mau apa yang aku jaga selama ini dia rusak. Dan aku juga tak mau merusak masa depannya.

Dara duduk disampingu. “kakak marah ya?”.

Aku hanya diam.

Ku pandangi matanya yang penuh penyesalan itu. “jangan lagi ya”.

Dara menganggukkan kepalanya. “dara cuma ingin balas budi ama kakak, kaka terlalu baik ama dara”.

“gak gini caranya dek. Dengan dara dapet nilai bagus. Kakak udah seneng banget kok. Memang sih kakak gak kenal ama dara. Tapi kakak yakin dara anak baik. Jangan ulangin kejadian tadi ya. Dengan kakak ataupun dengan orang lain” aku memohon di depannya.

Kami saling berpelukan. Kali ini tidak seperti tadi,kami hanya berpelukan sesaat.

Ku habiskan kopi buatan dara tadi berikut hisapan terakhir pada rokokku. “tekaran kopinya pas dek”.

Dara hanya tersenyum. Bibirnya benar benar manis dan aku tak mngkin dapat melupakan ciumannya yang begitu dahsyat.

“udah malem. Tidur dulu sana” kataku kemudian.

“kakak?” dia menatapku dalam.

Aku menggeleng “kakak masih ada tugas dari kantor. Mungkin tidur agak lebih malam”.

Dara menuruti peintahku.

Ada beberapa tugas yang belum sempat aku kerjakan. Ku ambil buku laporanku dan mulai mengetik di laptopku. Sesekali ku lirik dara yang sudah terlelap dalam tidurya.

“tak kusangka kauberani senekat itu”.

Satu jam lebih aku baru selelsai dengan semua tugas tugasku.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, tapi walau sudah berulang kali aku mencoba memejamkan matahasilnya selalu gagal. Aku tak dapat tidur malam ini. Kejadian barusan seperti menghantuiku.

Pagi pagi sekali aku terbangun.

Ada segelas kopi dan sepiring nasi uduk di meja.

Dara tak ada di kamar maupun di kamar mandi.

Ku periksa semua barang barang di kamarku, tak ada yang hilang. “anak baik”.

Aku tak pernah lagi bertemu dengan dara sampai saat ini. Pihak sekolah mengatakan bahwa dia keluar dari sekolah tersebut. Aku hanya berharap kau tak tersesat dalam melangkah. Kau harus sadar hidupmu bukan hari ini saja, masih ada hari esok yang panjang sedang menatikan kehadiranmu.
Klik Disini Untuk Membaca Artikel Saya Lainnya..

Selesai…..

untuk cerita sebelumnya klik disini.

untuk cerita lainnya klik disini.