Episode : kenangan terakhir…(Lanjutan yang tadi, ternyata karakternya gak cukup).

Aku terbangun seperti orang linglung. Sampai pagi dan selesai aku mandi aura aneh masih membayangi kamarku. Aku mengendarai motor dengan pandangan mata yang kosong.
Masih terngiang jelas ditelingaku kala wanita yang mirip anggle semalam berkata padaku
“Berhati-hatilah dengan air”

Dan…..sreeeeeet.
Bruuuuk….
Motor yang ku kendarai masuk ke dalam sebuah lubang yang tertutup genangan air. Tak  heran karna jalan-jalan di daerahku masih banyak yang berlubang. Tubuhku terbating dan berenang diatas aspal sampai jarak 5 meter sebelum..

Tiiiiiiiiiiin……sebuah truck.
Yang aku ingat hanya itu. Karna setelahnya hanya gelap. Seperti kegelapan yang pernah ku lalui.

“De..” kata anggle
“Iya angg” kataku
” ikutlah denganku ” katanya lagi
” kemana.? ” tanyaku
” ke rumah, kita pulang de, kita pulang ke rumah ” katanya.
“Tapi kan kita belum punya….aaaah” aku ingat posisiku tadi Mungkin akupun tau rumah yang dia maksud itu apa, ya rumah yang abadi. Yang tak dapat dipisahkan lagi.

“Jika memang bersamamu, Aku siap” kataku pasrah
“Jangan de..” teriak seorang wanita dibelakang kami Seorang wanita yang sangat mirip dengan anggle.
“Jangan kau ikut dengannya” kata wanita itu lagi.
“Jangan kau dengarkan dia de, dia yang semalam menertawaimu” kata wanita disebelaku yang mirip anggle juga.
“Sebenarnya yang mana anggle.?”
“Saya” kata keduanya bersamaan.
Yang itu anggle. Ini anggle. Semuanya anggle.
Berarti aku juga anggle yah.?

“Jika kau memang mencintaiku, maka kau akan tau walau kita terpisah” kata wanita yang mirip anggle yang baru muncul yang tadi dibelakang yang bingung yang aus yang aus yang aus.
(Jangan terlalu seriuslah, ane juga merinding nih..sekarang jam 1:30 waktu jakarta).

Ku pejamkan mataku, dan ku biarkan mata hatiku yang menuntunku pada anggle. Kakiku mulai melangkah maju, maju perlahan, perlahan semakin cepat dan aku berlari. Aku berlari kearah anggle, aku tak tau anggle yang mana. Tapi aku yakin dia anggle yang asli. Sampai ketika aku sudah hampir dekat dengannya, aku terpeleset jatuh.

Dan….

Ketika aku membuka mata, aku sedang di gotong-gotong dan dikerumuni orang  banyak.
Tabrakan..?
Gak cuma keserempet doank.
Parah gak..?
Sopirnya mana…?
Sekian dari banyak pertanyaan yang ku dengar, aku tak sadarkan diri.

“Dimana.? Apakah ini rumah ang.?” Kataku sendiri pada sebuah ruangan bercat putih dan gordeng berwarna hijau. Dimana anggle, bathinku. Tak lama seorang wanita berpakaian putih2 datang. Tapi dia bukan anggle. Dan seseorang yang tak ku kenal mangikutinya dari belakang.

“Ini dimana.?” Kutanya wanita itu ketika dia sedang memeriksa sebuah selang yang terhubung ke tangan kiriku.

Singkat cerita aja yah.
Udah malem.

Waktu itu kejadiannya aku kecelakaan. Aku kira truck yang waktu itu berhasil dan sukses melindas tubuhku (mau mati ketabrak kok bangga) tapi ternyata dia kurang beruntung karena berhasil menghindari tubuhku dan kabur. Sekarang aku sedang di rawat di sebuah klinik. Dan lelaki yang kulihat itu adalah pak Budi, dia yang mengantarku ke klinik.

Apes……
Sudah jatuh tertimpa tangga…
Handphone dan Dompetku hilang saat kecelakaan. Gak heran juga sih, pasti banyak oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Tertawa diatas luka orang Lain.
Seperti para pejabat korup, yang berfoya-foya dari miskinnya rakyat mereka. Tapi lebih miskin lagi akhlak mereka.

Dan hilanglah semua foto2 kenangan bolu misterius. Hilang semua cerita dan puisi yang tersimpan di draf handphone itu. Cerita2 dan puisi2 ini adalah yang terekam dalam memori otakku yang tersisa. Tapi..nama anggelica soleha sudah melekat dalam kontak bathinku. Semuanya tlah tersimpan rapi dalam folder dan file tersendiri dalan otakku.

Cukup sekian cerita di episode ini.
Update lagi minggu depan.

Terimakasih telah membaca.