Ketika malam berganti.
ketika sang surya menghilang dari pandangan.

kala binatang malam mulai bernyanyi.
kala sang rembulan malu-malu menampakkan diri.

kala itu bumiku terasa sunyi.
apa yang ku rasa hanya kekosongan.
apa yang ku damba hanyalah buaian.

malam tlah menjadi makin gelap.
embun embun mulai berjatuhan.
dingin yang ku rasa semakin dingin.
aneh ini sungguh aneh.
malam ini seperti berbeda dengan malam yang lalu.
malam ini seperti….
aku tak tau tapi aku rasa ini aneh.

dingin ini bukan dingin.
dingin ini berbeda.
seperti ada sesuatu yang lain.
aku tak tau apa itu.
tapi itu nyata dan sungguh terjadi.

dan…aku melihatnya.
aku melihatmu..
aku merasakanmu..
dimalam itu..
persis seperti apa yang tlah kau janjikan.
ketika malam dihiasi 17 bintang.
ketika rembulan tak lagi terang.

apa kau takut aku lupakan.?
apa kau takut aku campakkan.?
sungguh aku mengingatmu.
masih mengenangmu.
tapi biarlah kami menjalani ini.
kau bukan kisah masa lalu bagiku.
karna sampai kapanpun kau selalu ada di hatiku.

aku memang merindukanmu.
tapi waktu itu aku belum siap berjumpa denganmu kembali.
ketahuilah…aku merindukanmu
ANGGELICA SOLEHA

Story :

Malam itu adalah malam jum’at. Setelah selesai mengerjakan segala kewajibanku malam itu, ku buat segelas kopi hitam kental lalu ku hisap rokokku dalam-dalam diberanda rumah kontrkanku.

“Galau de” kata salah seorang temanku
“Gak kok, cuma lagi keingetan sesuatu aja” balasku
“Mantan..?” Katanya lagi
“Ya..begitulah tapi ini beda”
“Udahlah mantan itu gak usah di inget-inget lagi, namanya juga toh mantan ya cuma bikin sakit ama galau aja” dia menasehati
“Tapi ini beda sin” kataku pada rasin. Rasin ngontrak di sebelah kontrakanku, kami sama-sama bujangan, karyawan swasta, suka ngopi, suka godain cewek lewat, sama-sama gak terlalu tampan, tapi bedanya dia udah punya cewek dan aku Jomblo galau.
“Bedanya dimana.?” Kata rasin penuh selidik
“Kalo’ mantankan biasanya pacaran, marahan, baru putus, tapi mantan gua yang ini istimewa” kataku sambil membayangkan wajah anggle tersenyum
“Iya istimewanya dimana.?” Rasin makin penasaran
“Kami belum pacaran” jawabku
“Klo’ belum pacaran bukan mantan namanya de” dia bicara seraya memegang jidatku lalu ia pegang ketiaknya, diulang 2X.
Emangnya otak gua kayak ketiak dia yang bau itu ya.?
“Nah..emang menurut lu pacaran itu kayak mana.?” Aku ganti bertanya
“Ya gak jauh-jauh sih, pastinya pake 5 tahap. PDKT (pendekatan) – Nembak (nyatain cinta) – Pacaran (Jalan2 berdua, makan, shoping, nonton, dan semacamnya) – marahan (ketauan selingkuh, gak cinta lagi,ilfill, dkk) – putus” dia menjelaskan secara rinci
“Nah..bedanya gua cuma ampe tahap ke-2, PDKT (udah siih dulu) – nembak – diterima…udah” kataku
“Malah gak ngerti gua,trus gak pacaran.? Gak putusan.?” Dia memberiku pertanyaan secara bertubi-tubi tapi ku jawab hanya dengan gelengan kepala.
“Gua gak pernah jalan ama dia, gak pernah makan / nonton berdua, gak pernah marahan ampe putus” jawabanku malah membuatnya semakin bingung.
“Dia meninggal sesaat abis jadian ama gua sin” lalu mulai ku ceritakan ceritaku bersama anggle dengannya.

[Untuk kisah anggle dapat dilihat di posting bawah “Love Story by Cm17+ (Bolu Misterius)” ]

Tak tau berapa jam kami bercerita kesana kemari tentang kisah cinta masing-masing, tanpa terasa kopi dalam gelasku sudah habis.
“Udah malem de, gua balik dulu ya kita lanjut besok dah” kata rasin sambil beranjak dari posisi duduknya.
“Siip, makasih ya udah bagi-bagi pengalaman ke gua” kataku baru sadar juga kalau waktu itu udah jam setengah satuan.

Segera aku bangkit dan menuju kamarku. Kopi yang ku minum efeknya benar-benar terasa. Aku tak dapat tidur sampai jam satuan, padahal segala macam cara sudah ku coba, dari menghitung domba, menghitung bintang, ampe yang terakhir ngitungin utang.
Tapi mataku tak juga dapat segera terlelap. Sampai ku rasakan ada yang beda dengan malam ini.
Suara jangkrik di luar tak terdengan, sepertinya aku sedang berada di sebuah tempat yang kosong. Bahkan suara kipas angin yang berisikpun seperti tak terdengar malam ini.
“Aneh..ini benar-benar aneh”bathinku
Ku buka pintu pintu kamarku dan aku segera keluar.
“Kenapa jadi sepi banget gini ya” aku masih membathin.
Ku nyalakan lagi sebatang rokokku, ku hisap sambil bersiul.
“Belum tidur de” tanya sebuah suara
Ku jawab dengan enteng “belum bisa tidur nih……..”
Segera ku toleh kebelakang menuju arah datangnya suara tadi.

Dan……

Tak ada siapa-siapa.
Lalu…siapa yang bertanya tadi..??

Bulu kudukku mulai berdiri satu-satu. Berbaris rapi seperti prajurit yang mau ke medan perang. Ku hisap dalaaam sekali rokokku, ku hembuskan perlahan dan asap putihpun keluar dari mulutku.
Dalam sekejap suasana seperti aku sedang dikelilingi asap putih yang sangat tebal sekali, sampai-sampai aku tak dapat melihat disekitarku.

Dua menit berlalu asap-asap itu sudah mulai menipis. Segera aku berlari masuk ke kamar, ku buka pintu kamar lalu kututup kembali.

Belum sempat aku menutup pintu.
Aku seperti melihat seorang perempuan sedang berdiri tak jauh dari pintu itu. Arahnya membelakangiku, jadi aku tak begitu yakin bahwa wanita yang ku lihat adalah seseorang yang ku kenal.
Bahkan sangat ku kenal.
Ku buang semua pikiran negatif di otakku, ku buka kembali pintu kamarku hendak menyapa wanita itu.
“Siapa tau orang ke sasar” bathinku
Tapi belum sempat aku melangkah keluar dari pintu kamarku.
Wanita itu hendak memutar tubuhnya, ya..dia memutar begitu saja tanpa ada pergerakan sedikitpun.

Aku mengenalnya..
“Ang….” suaraku terputus ketika wanita itu sudah benar-benar menatapku.
Tebakanku tidak salah.
Aku memang mengenal wanita itu, bahkan terlalu mengenalnya.
Wajahnya pucat..sangat pucat.

Dan…dia tersenyum padaku.
Senyumnya masih manis seperti dulu.
Mungkin semanis bolu misterius yang dia berikan padaku, yang aku sendiripun belum mengicipinya sama sekali.

Ku balas senyumannya.
Sebelum kepalaku terasa sangat berat sekali.
Pandanganku terasa berputar-putar.
“Anggle..” sebuah kata kembali terucap sebelum semuanya jadi sangat gelap.
Aku terkulai lemas diambang pintu kamarku dan tak sadarkan diri.

Azan subuh membangunkanku.
Terasa ada yang aneh dengan kejadian semalam.
Aku terbangun diatas kasur berselimut sarung, sebenarnya sih gak aneh tapi seingetku. Aku semalem pingsan di pintu.

“Ah mungkin hanya mimpi” kataku dalam hati

Segera ku ambil air wudhu dan shalat subuh.
Selesai shalat ku panjatkan do’a untuk anggle.

sekian dulu, kita sambung lain kali.mau tidur n ketemu anggle dalam mimpi

Terimakasih Telah Membaca…..