-=[ Love story by. User ]=-

Sebelumnya saya minta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam cerita ini.

Cerita ini adalah sebuah pengembangan dari kisah yang sebenarnya.

Ttd. USER @[105389502945546:]

-=[ CINTA tak harus Meiliki ]=-

“Part II”

ketika cinta itu sudah benar-benar pergi dan menghilang saat itu baru kau ketahui betapa ia sangat berarti dalam hidupmu.

Cinta itu bukan hanya ucapan lisan, tapi sebuah keteguhan hati.

Jangan pernah kau biarkan orang yang kau cintai menghilang karena akan sangat menyakitkan ketika ada orang lain yang menemukannya.

 

Oke next to the point in story….

 

mungkin perjumpaanku dengannya hanya beberapa jam saja malam itu. Tapi namanya sudah terlanjur melekat jauh di dalam hatiku. Sebulan waktu telah berlalu. Liburan sekolah sudah tingga menunggu hari. Aku berharap masih bisa tuk bertemu dengannya kembali, tak sabar rasanya mengungkapkan gundah dalam hati ini. Ingin ku ungkapkan segera bahwa aku mencintainya.

 

Waktu terus berlalu, waktu libur sekolah tlah tiba. Hampir tiap hari aku ke rumah ijah. Tapi kembang tak kunjung datang, sedangkan waktu libur sekolah sudah tinggal tiga hari lagi.

Hari rabu (tanggalnya ane lupa) ada kabar dari ijah bahwa kembang ada di rumahnya, segera aku berangkat kesana. Rasa rindu yang tertahan sebulan lamanya akan segera sirna dalam balutan asmara, itulah yang ku harapkan, mungkin terlalu cepat untuk mengungkapkannya, tapi aku tak mau menunggu terlalu lama, karena hati ini sudah terbakar api asmara.

Ku tekan bel rumah ijah.

Tak ada sambutan dari dalam.

Ku tekan sekali lagi, lalu ku ucapkan salam.

Terdengar sayup-sayup wanita dari dalam membalas salamku.

“eh..elu us” sapa si kembang setelah pintu terbuka..

(wait……..Us…??? panggilan user jadi us…??? yasudalah next)

“hay…apa kabar…???” jawabku

“baik, lu sendiri apa kabar..?”

“gua lagi sakit nih mbang”

“lu sakit apaan us..?” nada bicaranya sedikit khawatir

“sakit malarindu denganmu” ledekku

sebuah cubitan mendarat di perutku. Kamipun bercanda di ruang tamu rumah ijah. Baru tersadar bagiku bahwa rumah ini lebih sepi dari biasanya.

“eh ijah ama ibu kemana”

“dia rang lagi ke rumah sakit, mungkin ntar malem pulang” jawabnya

“siapa yang sakit…?” tanyaku

“sodara gua di rawat di rumah sakit”

“oh” jawabku karena tak tau lagi mau bilang apa.

 

Kami terdiam dalam kebisuan tiada arti.

“kepantai lagi yuk” kataku memecah kebisuan

“ngapain..??” dia sedikit kaget

“pacaran” jawabku singkat

“what…???? >>> artinya APA…..???????” dia malah lebih kaget lagi

aku hanya bisa cengengesan kayak kuda lumping..”main2 aja, daripada suntu di rumah”.

Dia tidak mengiyakan tapi juga tidak menolak, segera ku ku gandeng tangannya.

“bentar..gua kunci pintu dulu” katanya

 

setibanya kami di pantai dia langsung berlari bermain air laut.

Aku hanya bisa mengikutinya dari belakang. Angin laut mengibaskan rambutnya, wajahnya yang catik terlihat menjadi sangat manis. Dia berbalik arah melihatku, angin pantai mengibarkan rambutnya ke depan, setelah angin mulai reda dia segera merapikan rambutnya.

Benar-benar cantik anak ini, kata hatiku memang tidak salah.

“lu kenapa.?” tanyanya mengagetkan lamunanku..(padahal pas banget tu gua lagi ngelamun mau nikah, lagi ijab kabul malah..)

“ah..gak apa-apa kok” kataku sekenanya

“disini ada bintang laut gak ya..?” dia bertanya pada pasir (lha…dia nanya tapi matanya ngeliatin pasir di pinggir pantai)

“ada siih, tapi mungkin rada ke tengah” jawabku

tanpa banyak kata dia langsung menarik tanganku menuju ke laut, waaah…jangan kau bunuh aku. Aku tak mau mati begini.

 

Seperempat jam sudah kami mencari bintang laut, tapi hanya mendapat 10 ekor (sebenernya cuma ada 2, bintang lautkan ekornya ada lima).

“waaah..kok gak adaan sih bintang lautnya” dia terlihat seperti kecewa

“kan belum malem” jawabku

“hah..?? emang bintang laut keluarnya malem ya..?” katanya tak mengerti

“iyalah…yang keluar siang hari itu elu..alias Bintang Hatiku” <<< pinter juga ya gua ngegombal

“jiaaaah…ditanya bener-bener malah ngegombal lu” katanya sambil menyiram air laut ke mukaku

“lha..elu di gombalin malah ngajar siram-siraman” ku mulai perang air di siang itu..bersamanya di laut.

 

Jika cinta itu memang benar kata orang.

Dari mata turun ke hati, datang pada perjumpaan pertama, tak mengenal usia.

Aku harap dia adalah wanita yang bisa mengisi kekeringan hatiku akan sejuknya belaian cinta.

 

Pakaian yang kami kenakan basah semua.

Ternyata ada satu hal yang tak ku sadari sejak awal.

Baju yang ia kenakan sedikit transparant, alhasil pakaian dalam yang ia kenakan terpampang jelas di depan mataku. Dan ada satu hal lagi, wajahnya terlihat sangat manis ketika dibalik rambutnya yang basah.

“pulang yuuk” ajaknya

“iya deh…udah basah kuyup gini” jawabku

ku pacu sepeda motor artis ku perlahan (note : nama motor gua Vega, kayak nama artis kan..???), gua gak berani bawa kenceng-kenceng, gila aja yang ada masuk angin gua.

Sesampainya di rumah ijah, segera aku pamit untuk segera pulang kerumah ku.

 

Gemuruh ombak terlihat belari-lari

di sertai kicauan angin laut yang membekukan hati

bara asmara di dada seketika melelehkan es yang membeku

aku hanya ingin berkata bahwa Aku mencintainya

seandainya dia tau apa yang ku rasa

seandainya dia tau tersiksa aku dibuatnya

seandainya oh seandainya……

 

bersambung……….

 

karena keterbatasan karakter cerita ini bersambung ke CINTA TAK HARUS MEMILIKI part II.

Sering-sering mampir yaaa….

Original posting by plusmassal.wordpress.com

fans page di facebook : curhat massal 17+

-=[ USER ]=-